PRAKTIKUM I
Topik : Daun Tunggal Dan
Bagian Bagiannya
Tujuan : Mengenal bagian
bagian daun dan ciri ciri daun tunggal
Hari/ tanggal : Kamis, 27 Februari 2014
I.
Alat dan Bahan
A. Alat-alat
1. Baki/ Nampan
2. Alat tulis
B. Bahan bahan
1. Daun Bambu (Bambusa sp)
2. Daun Tebu (Saccharum
officinarum L)
3. Daun Pisang (Musa paradisiaca L)
4. Daun Jarak (Ricinus communis L)
5. Daun Widelia (Widelia sp)
6. Daun Keladi (Colocasia sp)
7. Daun Mangga (Mangifera indica L)
II.
CARA KERJA
1. Mengamati bagian bagian daun : tangkai
(petiolus), pelepah (vagina), helaian (lamina), lidah-lidah (ligula).
2. Mengamati bangun daun : lanset, bulat telur,
bulat telur terbalik, perisai, garis, pita, dsb.
3. Mengamati ujung daun: runcing, meruncing,
tumpul, membulat, rompang, rata, berbelah, berduri.
4. Mengamati pangkal daun: runcing, meruncing,
tumpul, membulat, rompang, rata, berlekuk.
5. Mengamati tepi daun: rata, bergerigi, bergigi,
bergerigi ganda, beringgit, berombak, berlekuk, bercangap, berbagi.
6. Mengamati daging daun: tipis seperti selaput,
tipis lunak seperti kertas, seprti perkamen, seperti kulit, berdaging.
7. Mengamati pertulangan daun: menyirip, menjari,
melengkung, sejajar.
8. Mengamati permukaan atas dan bawah daun:
gundul, licin (mengkilap, suram, berselaput lilin), kasap, berkerut, berbingkul
bingkul, berbulu (jarang, halus, rapat, kasar)
9. Mengamati warna daun pada permukaan atas dan
bawah.
10. Menggambar hasil pengamatan.
III.
DASAR TEORI
Daun merupakan
bagian tumbuhan yang paling penting dan umumnya tiap tumbuhan mempunyai
sejumlah besar daun. Alat ini hanya terdapat pada batang, bagian batang tempat
duduknya atau melekatnya daun dinamakan buku-buku (nodus) batang, dan tempat di
atas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun
(axilla). Daun biasanya tipis melebar. Kaya akan suatu zat warna hijau yang
dinamakan klorofil. Daun berfungsi sebagai alat untuk:
1. Pengambilan zat-zat makanan (reabsorbsi)
2. Pengolahan zat-zat makanan (asimilasi)
3. Penguapan air (transpirasi)
4. Pernapasan (respirasi)
A.
Bagian-bagian daun
Daun lengkap terdiri dari tiga bagian yaitu:
1. Upih daun atau pelepah daun (vagina)
2. Tangkai daun (petiolus)
3. Helaian daun (lamina)
B.
Bangun/bentuk daun (Circumcriptio)
Berdasarkan letak bagian daun yang melebar maka daun
dibedakan 4 golongan, yaitu:
1. Bagian yang terlebar kira kira di tengah
helaian daun
Tumbuhan yang memiliki daun yang bagian
terlebarnya terletah di tengah tengah helaian daun kemungkinan bangun daunnya
adalah bulat atau bundar (orbicularis), perisai (pelitaltus), jorong (ovalis
atau ellipticus), memanjang (oblongus) dan bangun lanset (lanceolatus).
2. Bagian yang terlebar dibawah tengah tengah
helaian daun
Daun daun yang mempunyai bagian bagian yang
terlebar di bawah tengah tengah helai daunnya dibedakan dalam dua golongan,
yaitu:
a. Pangkal daunnya tidak bertoreh. Dalam golongan ini didapati bentuk-bentuk daun seperti: bangun
bulat telur (ovatus), bangun segitiga (triangularis), bangun delta (deltoideus), bangun belah
ketupat (rhomboideus).
b. Pangkal daunnya bertoreh atau berlekuk. Dalam golongan ini didapati bentuk-bentuk daun seperti: bangun
jantung (cordatus), bangun
ginjal atau kerinjal (reniformis), bangun
anak panah (sagittatus), bangn
tombak (hastatus), dan
bangun bertelinga (auriculatus).
3. Bagian yang terlebar terletak diatas tengah
tengah helai daun
Daun dengan
bagian yang terlebar terletah ditengah tengah helaian daun kemungkinan
bangun daunnya adalah bangun bulat telur sungsang (abovatus), jantung sungsang (obcordatus),
segitiga terbalik (cuneatus), dan
bangun sudip (spathulatus).
4. Tidak ada bagian terlebar
Dalam golongan ini termasuk daun daun tumbuhan
yang bisanya sempit atau lebarnya jauh berbeda jika dibandingkan dengan
panjangnya daun. Contohnya bangun garis (linearis),
bangun pita (ligulatus), bangun
pedang (ensiformis), bangun paku (subulatus), dan bangun jarum (acerosus).
C.
Ujung daun (Apex felli) dan pangkal daun (Basis folli)
Ujung dan pangkal daun dapat memperlihatkan bentuk yang
beraneka ragam. Ada tujuh bentuk ujung daun yang sering kita jumpai yaitu
runcing (acutus), meruncing (acuminatus), tumpul (obtusus), membulat (rotundatus), rompang (truncatus), terbelah (retusus), dan berduri (mucronatus).
D.
Susunan tulang daun (nervatio atau venation)
Tulang-tuang
daun adalah bagian daun yang berfungsi untuk memberi kekuatan pada daun atau
sebagai penguat dan jalan untuk pengangkutan zat-zat. Menurut besar kecilnya tulang daun dibedakan
dalam tiga macam yaitu: ibu tulang daun (costa), tulang-tulang cabang (nervus lateralis) dan ura-urat daun (vena). Berdasarkan arah tulang tulang cabang yang
besar pada helaian daun, dapat dibedakan beberapa macam susunan tulang daun dan
berdasarkan susunan tulangnya dapat dibedakan menjadi empat golongan yaitu
menyirip (pennanervis), menjari (palminervis), melengkung (cervinervis), sejajar atau lurus (rectinervis).
E.
Tepi daun (margo folli)
Secara garis besar tepi daun dapat dibedakan dalam dua
macam yaitu rata (integer), dan bertoreh (divisus). Toreh-toreh pada tepi daun dibedakan dalam tiga golongan, yaitu:
1.
Tepi daun yang
bertoreh merdeka.
Tepi daun dengan toreh merdeka banyak pula ragamnya, namun yang
sering kita jumpai adalah tepi daun yang dinamakan bergerigi (serratus), bergerigi ganda/rangkap (bisseratus), bergigi (dentatus), beringgit (crenatus), dan berombak (repandus).
2.
Tepi daun
dengan toreh-toreh yang mempengaruhi bentuknya.
Berdasarkan dalamnya toreh-toreh pada tepi daun dapat dibedakan
menjadi tiga macam, yaitu: berlekuk (lobatus),
bercangap (fissus), dan berbagi (pertitus).
F.
Daging daun (intervenium)
Daging daun (intervenium) adalah bagian daun yang terdapat diantara
tulang tulang daun dan urat urat daun. Di bagian ini zat zat yang diambil dari
luar tubuh diubah menjadi zat zat yang sesuai dengan keperluan kehidupan
tumbuhan. Tebal tipisnya helaian daun tergantung dari tebal tipisnya daging
daunnya. Oleh karena itu daging daun dapat bersifat seperti selaput (membranceus), seperti kertas (papyraceus) atau (chartaceus), tipis lunak (herbaccus), seperti perkamen (perkamenteus), seperti kulit belulang (cortacius), dan berdaging (carnosus).
G.
Warna daun
Secara umum kita ketahui bahwa daun berwarna hijau, namun
tidak jarang kita jumpai daun yang berwarna tidak hijau. Selain itu warna hijau
pada daun dapat memperlihatkan banyak variasi misalnya merah, hijau bercampur
atau tertutup merah atau hijau kekuningan.
H.
Permukaan daun
Pada umumnya
warna daun pada sisi atas dan bawah jelas berbeda, biasanya sisi atas tampak
lebih hijau, licin atau mengkilat jika dibandingkan dengan sisi bawah daun.
Kadang-kdang pada permukaan daun terdapat
alat-alat tambahan yang berupa sisik-sisik, rambut-rambut, duri, dll. Oleh
karena itu orang membedakan permukaan daun ada yang licin (leavis), gundul (glaber),
kasap (scaber), berkerut (rugosus), berbingkul-bingkul (bullatus), berbulu (pilosus), berbulu halus atau rapat (villosus), berbulu kasar (hispidus),
dan bersisik (lepidus).
IV.
HASIL PENGAMATAN
A. Tabel Pengamatan
|
No
|
Nama
Tumbuhan
|
Bangun Daun
|
Ujung daun
|
Pangkal daun
|
Tepi daun
|
Daging daun
|
Permukaan atas dan bawah daun
|
Warna daun
|
|
|
|
Atas
|
bawah
|
|||||||||
|
1
|
Bambu (Bambusa
sp)
|
garis
|
Meruncung
|
Rompang/rata
|
Rata
|
Perkamen
|
Berbulu kasar
|
Berbulu kasr
|
Hijau
|
|
|
2
|
Tebu (Saccarum
officinarum)
|
pita
|
Runcing
|
Rompang/rata
|
Rata
|
Perkamen
|
Berbulu
|
Berbulu
|
Hijau
|
|
|
3
|
Pisang (Musa
paradisiaca)
|
jorong
|
Meruncing
|
Memruncing
|
Rata
|
Kertas
|
Licin
|
Berselaput lilin
|
Hijau
|
|
|
4
|
Jarak (Ricinus
communis)
|
perisai
|
Meruncing
|
Membulat
|
Bercangap
menjari
|
Kertas
|
Licin
|
Licin
|
Hijau bercampur
merah
|
|
|
5
|
Widelia (Widelia
sp)
|
bulat
|
Runcing
|
Meruncing
|
Berlekuk
menyirip
|
Kertas
|
Berbulu kasar
|
Berbulu kasar
|
Hijau
|
|
|
6
|
Keladi (Colocasia
sp)
|
perisai
|
Runcing
|
Membulat
|
Rata
|
Kertas
|
Licin
|
Licin
|
Hijau
|
|
|
7
|
Mangga (Mangifera
indica)
|
memanjang
|
Meruncing
|
Runcing
|
Rata
|
Kulit
atau belulang
|
Licin
|
Kasar
|
Hijau tua
|
|
B. Gambar Hasil Pengamatan
1. Bambu (Bambusa
sp)
Keterangan:
1. Ujung
daun
2. Helaian
daun
3. Tepi
daun
4. Ibu
tulang daun
5. Tulang-tulang
cabang
6. Urat
daun
7. Pangkal
daun
8. Tangkai
9. Pelepah
Literatur:

(Sumber: Anonim.a.2014: http://www.flexmedia.co.id/kisah-daun-bambu-ajaib/ (diakses tanggal
3 maret 2014))
2.
Tebu (Saccarum officinarum)
Tebu (Saccarum officinarum)
Keterangan:
1.
Ujung daun
2.
Helaian daun
3.
Tepi daun
4.
Ibu tulang daun
5.
Tulang-tulang cabang
6.
Urat daun
7.
Pangkal daun
8. Pelepah
Literatur:

(Sumber:
Anonim.b.2014: http://l2pts.blogspot.com/2012/05/dra-rm-asmida-m-pd-sepokok-tebu-gule.html (diakses tanggal 3 maret 2014))
3.
Pisang (Musa
paradisiaca)
Pisang (Musa
paradisiaca)
Keterangan:
1.
Ujung daun
2.
Helaian daun
3.
Tepi daun
4.
Ibu tulang daun
5.
Tulang-tulang cabang
6.
Pangkal daun
7. Pelepah
Literatur:
(Sumber:Anonim.c.2014:http://www.lembahgogoniti.com/artikel/29-pakan-kambing/112-pakan-alternatif.html
(diakses 3 maret 2014))
4.
Jarak (Ricinus communis)
Keterangan:
1.
Ujung daun
2.
Helaian daun
3.
Tepi daun
4.
Ibu tulang daun
5.
Tulang-tulang cabang
6.
Urat daun
7.
Pangkal daun
Tangkai
Literatur:
(Sumber:
Anonim.d.2014: http://angdit.wordpress.com/ (diakses tanggal 3 maret 2014))
5. Widelia (Widelia
sp)
Keterangan:
1.
Ujung daun
2.
Helaian daun
3.
Tepi daun
4.
Ibu tulang daun
5.
Tulang-tulang cabang
6.
Pangkal daun
7. Pelepah
Literatur:
(Sumber:Anonim.e.2014:http://biodiversity.sci.kagoshima-u.ac.jp/suzuki/halimun/plant/PlantPhA.htm
(diakses tanggal 3 maret 2014))
6. Keladi (Colocasia
sp)
Keterangan:
1.
Ujung daun
Ujung daun
2.
Helaian daun
3.
Tepi daun
4.
Ibu tulang daun
5.
Tulang-tulang cabang
6.
Pangkal daun
7.
Tangkai
8. Pelepah
Literatur:

(Sumber:Anonim.f.2014:http://rianiflower.blogspot.com/p/tanaman-hias.html (diakses tanggal 3 maret 2014))
7. Mangga (Mangifera
indica)
Keterangan:
1.
Ujung daun
Ujung daun
2. Helaian
daun
3. Tepi
daun
4. Ibu
tulang daun
5. Tulang-tulang
cabang
6. Urat
Daun
7. Pangkal
daun
Tangkai
Literatur:

(Sumber:Anonim.g.2014:http://fresh-class.blogspot.com/2012/06/apakah-fungsi-daun-bagi-tumbuhan.html
(diakses tanggal 3 maret 2014))
V. ANALISA DATA
1. Bambu (Bambusa sp)
Kingdom :Plantae
Subkingdom :Tracheobionta
Subkingdom :Tracheobionta
Super Divisi :Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Bambusa
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Bambusa
Spesies :
Bambusa sp
(Menurut:
Cronquist,1981)
Bambu adalah tanaman jenis rumput-rumputan dengan rongga dan ruas
di batangnya. Daun bambu memiliki tangkai, pelepah dan helai daun. Tanaman ini
memiliki ujung daun yang meruncing, pangkal daun yang rata, bertepi daun rata,
dan pada permukaan atas dan bawah daun berbulu kasar serta memiliki daging daun
berupa perkamen. Daun bambu memiliki bangun garis dan biasanya daun bambu
berwarna hijau dan ada juga hijau kekuningan.
2. Tebu (Saccharum officinarum L.)
Kingdom :
Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus : Saccharum
Spesies : Saccharum officinarum L.
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus : Saccharum
Spesies : Saccharum officinarum L.
(Menurut:
Cronquist,1981)
Tebu memiliki famili yang sama dengan bambu yaitu Poaceae. Tumbuhan tebu sering dijumpai di dataran
rendah. Tebu merupakan penghasil utama gula di dunia. Daun tebu memiliki bagian
yang lengkap, yaitu pelepah daun, tangkai daun dan helai daun. Tanaman ini memiliki
bentuk daun seperti pita dengan ujung daun yang runcing dan pangkal
daun yang rata. Tepi daun tumbuhan ini rata. Memiliki daging daun yang
menyerupai perkamen. Tekstur permukaan atas dan bawah daunnya berbulu.
Kebanyakan daun bambu berwarna hijau tua.
3. Pisang (Musa paradisiaca)
Kingdom :
Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas :
Liliopsida
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Zingiberales
Famili : Musaceae
Genus : Musa
Spesies : Musa paradisiaca
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Zingiberales
Famili : Musaceae
Genus : Musa
Spesies : Musa paradisiaca
(Menurut:
Cronquist,1981)
Pisang
adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna
raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Daun pisang memiliki bangun
berupa bangun jorong, memiliki ujung daun dan pangkal daun yang meruncing, daun
pisang memiliki tepi daun rata dan memiliki daging daun seperti kertas dimana
permukaan atas daun licin dan bagian bawah berselaput lilin. Dan biasanya daun
pisang berwarna hijau tua da ada juga yang berwarna hijau muda.
4. Jarak (Ricinus
communis)
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Ricinus
Spesies : Ricinus communis L
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Ricinus
Spesies : Ricinus communis L
(Menurut:
Cronquist,1981)
Jarak merupakan tanaman yang daunnya tidak lengkap karena
hanya memiliki tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina)
saja, tidak mempunyai pelepah daun (lamina). Bangun daunnya berupa bangu
perisai, ujung daun meruncing, pangkal daun membulat, dan tepi daun bercangap
menjari. Daun jarak memiliki daging daun seperti kertas, dimana permukaan atas
dan bawah daun terasa licin. Daun jarak biasanya memiliki warna hijau
kemerahan.
5. Widelia (Widelia sp)
Kingdom : Plantae
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Asterales
Famili : Asteraceae
Kingdom : Plantae
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Asterales
Famili : Asteraceae
(Menurut: Cronquist,1981)
Daun Widelia juga merupakan tanaman yang
berdaun tidak lengkap, sama halnya dengan daun jarak yang hanya mempunyai
tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina) saja, tidak
mempunyai pelepah daun (lamina). Bangun daun widelia berbentuk bulat,
ujung daun runcing, dan pangkal daunnya meruncing. Daun
widelia memiliki tepi daun berlekuk menyirip, memiliki daging daun seperti kertas,
dimana permukaan atas dan bawah daun berbulu kasar. Dan biasanya daun widelia
memiliki warna hijau atau hijau tua.
6. Keladi (Colocasia
sp)
Kingdom :
Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Arecidae
Ordo : Arales
Famili : Araceae (suku talas-talasan)
Genus : Colocasia
Spesies : Colocasia sp
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Arecidae
Ordo : Arales
Famili : Araceae (suku talas-talasan)
Genus : Colocasia
Spesies : Colocasia sp
(Menurut: Cronquist,1981)
Tanaman keladi merupakan tanaman yang berdaun lengkap karena
mempunyai bagian daun berupa pelepah daun (vagina), tangkai
daun (petiolus), dan helaian daun (lamina). Pada daun keladi
bangun daunnya seperti perisai dengan ujung daun yang runcing dan pangkal daun
yang membulat. Daun keladi memiliki tepi daun rata, daging daun seperti kertas,
dimana permukaan atas dan bawah daun terasa licin, dan biasanya warna daun
keladi berwarna hijau.
7. Mangga (Mangifera
indica)
Kingdom :
Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Sapindales
Famili : Anacardiaceae
Genus : Mangifera
Spesies : Mangifera indica L.
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Sapindales
Famili : Anacardiaceae
Genus : Mangifera
Spesies : Mangifera indica L.
(Menurut: Cronquist,1981)
Mangga merupakan
tumbuhan yang daunnya tidak lengkap
karena hanya terdiri dari tangkai (petiolus) dan helaian daun (lamina)
saja. Bangun daunnya memanjang, dengan ujung daun meruncing, dan pangkal
daunnya runcing. Tumbuhan ini memiliki daging daun kulit atau belulang dengan
tepi daun yang rata (integer). Serta pada permukaan
atas daun terasa licin dan permukaan bawah daun terasa kasar, biasanya daun
mangga berwarna hijau tua.
VI.
KESIMPULAN
1. Daun tunggal mempunyai arti yaitu
hanya terdapat satu daun pada tangkai daun.
2. Daun
lengkap adalah daun yang memiliki bagian berupa pelepah daun (vagina),
tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina). Daun lengkap
terdapat pada daun pisang (Musa paradisiaca L.), daun keladi (Colocasia
sp), daun tebu (Saccharum
officinarum L.) dan daun bambu (Bambusa sp).
3. Daun tidak lengkap mempunyai 3
kemungkinan yaitu :
a. Daun bertangkai : hanya memiliki
tangkai daun dan helaian daun saja. Contohnya : mangga (Mangifera indica
L.)
b. Daun berupih atau berpelepah ; hanya
memiliki upih dan helaian daun saja. Contohnya: suku rumput-rumputan.
c. Daun duduk (sessilis), hanya
terdiri dari helaian saja, tanpa memiliki tangkai dan pelepah (upih).
d. Daun hanya terdiri dari tangkai
saja, yang bisa menyerupai seperti helaian daun.
4. Daun bambu: memiliki struktur bangun berupa
bangun garis, dengan ujung daun meruncing, pangkal daun rata, dimana daun bambu
memiliki tepi yang rata, daging daun seperti perkamen, dimana permukaan atas
dan bawah daun berbulu kasar, serta daun berwarna hijau.
5. Daun tebu: memiliki struktur bangun berupa
bangun pita, dengan ujung daun runcing, pangkal daun rata, dimana daun tebu
memiliki tepi yang rata, daging daun seperti perkamen, dimana permukaan atas
dan bawah daun berbulu, serta daun berwarna hijau.
6. Daun pisang: memiliki struktur bangun berupa
bangun jorong, dengan ujung daun meruncing, pangkal daun meruncing, dimana daun
pisang memiliki tepi yang rata, daging
daun seperti kertas, dimana permukaan atas licin dan bawah daun berselaput
lilin, serta daun berwarna hijau.
7. Daun jarak: memiliki struktur bangun berupa
bangun perisai, dengan ujung daun meruncing, pangkal daun membulat, dimana daun
jarak memiliki tepi yang bercangap menjari, daging daun seperti kertas, dimana
permukaan atas dan bawah daun licin, serta daun berwarna hijau bercampur merah.
8. Daun widelia: memiliki struktur bangun berupa
bangun bulat, dengan ujung daun runcing, pangkal daun meruncing, dimana daun
widelia memiliki tepi yang berlekuk menyirip, daging daun seperti kertas,
dimana permukaan atas dan bawah daun berbulu kasar, serta daun berwarna hijau.
9. Daun keladi: memiliki struktur bangun berupa
bangun perisai, dengan ujung daun runcing, pangkal daun membulat, dimana daun
keladi memiliki tepi yang rata, daging daun seperti kertas, dimana permukaan
atas dan bawah daun licin, serta daun berwarna hijau.
10. Daun mangga: memiliki struktur bangun berupa
bangun memanjang, dengan ujung daun meruncing, pangkal daun runcing, dimana
daun mangga memiliki tepi yang rata, daging daun seperti kulit atau belulang,
dimana permukaan atas licin dan bawah daun kasar, serta daun berwarna hijau
tua.
VII.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.d.2014:http://azaywali.blogspot.com/2012/03/morfologi-daun-tunggal_14.html
(diakses tanggal 3 maret 2014)
Amintarti, Sri. 2014. Penuntun Praktikum Morfologi Tumbuhan.
PMIPA FKIP UNLAM: Banjarmasin
Tjitrosoepomo, Gembong. 1994.
Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada UniversityPress. Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar